Saturday, 15 June 2013


 ~Teduhan ~

Mentari membakar padang lapang
Bahang tersa hingga ke tulang
Lantas kuseru kawanan awan
Agar bisa menjadi teduhan
Dari terik yang menyiksakan

Hari ini datang awanan
Meneduh kepanasan
Namun,
Hari akhirat panas berterusan
Berpanjangan,
Tiada awanan
Tiada teduhan
Tak tertahan

Yang dibawa hanya amalan
Juga Rahmat Tuhan
Peneduh hari mendatang

~ Musim-musim berlalu ~

Musim berganti musim
Dedaun hijau bertukar kuning
Tanah subur silih gersang
Air biru surut kontang

Yang patah akan tumbuh
Begitulah jua kan silih berganti
Yang datang akan pergi
Yang hidup pasti mati
Menghadap Robb Ilahi

Mereka bilang putaran alam
Aku kata kuasa Tuhan
Robb semesta Alam

 " Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman."
 (Al-An'aam: 99)

~ Hingga Hujung Itu ~

Hingga hujung itu
Jalannya berliku-liku
Hamparannya seronok
Penuh nafsu
Yang beriman akan haru
Celaru
Lesu
Sebilangannya rebah
Bak tersadung batu

Di hujung jalan itu
Terdengar satu seru
Manusia pucat,biru
Terduduk kaku
Seusai mengambil buku
Coretan amalan di dunia dahulu

Ya Robb Tuhan Yang Satu
Aku merintih dan merayu
Tunjukilah daku jalan yang lurus
Jalan RasulMu yang diutus
Agar di hujung itu
Aku bisa bersua
Menatap WajahMu yang kudus


Friday, 14 June 2013



~ Pasak Bumi ~

Pasak bumi
kukuh berdiri
Melangit tinggi
Menyentuh sang mentari

Siapa sangka 
Yang kukuh
Yang tinggi
Juga gagah berdiri
Laksana pasak bumi
Kan hancur nanti?

Hari itu
Pasak bumi hancur berdebu
Umpama kawanan kelkatu
Diseru Rabb Yang Satu

Manusia kelu
Terduduk kaku
Bermuka biru
Tidak menyangka
Si gagah berdiri
Hancur,
Sujud membumi..

"Dan Gunung-ganang dihancur leburkan dengan selebur-leburnya.Lalu menjadilah ia debu yang bertebaran" (Al-Waqi'ah: 5-6)